
Aku berada di Malang saat ini. Setelah semua urusan di Jakarta berjalan lancar, aku dengan senang hati mampir dulu ke Malang sebelum terbang kembali ke rumah hari Senin pagi nanti.
Aku sempat bersantap siang bersama dua kawan baikku kemarin. Mereka belum pernah berjumpa satu sama lain sebelumnya tetapi tanpa terasa kami telah bercengkerama selama tiga jam di sebuah rumah makan khas Indonesia di sebuah pertokoan. Benar kata orang, menghabiskan waktu bersama teman perempuan itu perlu karena bersama mereka kita bisa melupakan sejenak urusan rutin harian.
Sorenya aku mengunjungi salah seorang tante yang mempunyai andil besar dalam hidupku karena aku pernah tinggal di kediamannya selama tiga tahun dua puluh tahun yang lalu. Senang melihat Tante dalam keadaan sehat dan bahagia. Kami bertukar cerita dan gosip keluarga tentunya. Semua sepupuku juga ada di rumah jadi seperti reuni kami bercengkerama seperti dulu. Suasana di rumah itu tidak pernah berubah, karena penghuninya juga tidak berubah.
Aku sudah tidak mempunyai energi sekembalinya dari berada seharian diluar rumah. Jakarta memang hebat dalam hal menyerap energi. Kadang aku tidak percaya aku bisa berada di antara lautan mobil yang merayap di jalanan. Tetapi itulah Jakarta di hari Jumat sore!
Pesawatku ke Malang terlambat 40 menit tetapi waktu seperti berlalu begitu saja. Aku menghabiskan waktu dengan membaca majalah Forbes Asia sebelum masuk ke ruang tunggu. Majalah ini selalu menampilkan profil-profil sukses yang memulai usaha dari kecil sehingga menjadi sangat besar. Aku lebih senang membaca mengenai kreatifitas para konglomerat ini meskipun mereka dari negeri tetangga, dibandingkan membaca mengenai penipuan pajak oleh oknum pajak yang belakangan ramai diberitakan media di Indonesia. Sama sekali tidak memberi inspirasi.
Keponakanku senang melihat aku datang. Dia langsung membeberkan apa saja yang sudah dia beli untuk menyambut kedatanganku. Sebut saja aneka buah-buahan, susu rendah lemak, kripik kentang kesukaan kami, dan coklat buatan dalam negeri yang entah kenapa suka aku kunyah bila sedang di Malang. Aku memperhatikan kalau pola makan kesukaanku berubah tergantung tempat. Di Manila aku gemar mengunyah makanan ber-MSG! Mulai kripik kentang sampai cheese balls. Di Malang aku jadi suka coklat dan… minuman soda (meski dengan label zero sugar). Nampaknya aku mempraktekkan “Bila di Roma, berlakukan seperti orang Roma.”
Aku dan keponakanku sudah merencanakan apa yang hendak kita lakukan di pagi hari. Aku membawa bola-bola coklat produk Batangas, Filipina, yang terkenal. Kami ingin membuktikan keampuhan coklat untuk diminum ini. Aku juga mempunyai ide untuk membawa keponakanku ke pasar tempat aku dan ibunya sering dibawa Mama berbelanja. Mungkin ini akan menyenangkan juga.
Liburan belum berakhir.
Lampu di rumah makan yang aku kunjungi kemarin.