Rabu, 10 Maret 2010


Hari rasanya cepat berlalu hanya karena aku sudah menyusun rencana sampai akhir April nanti. Tidak usah jauh-jauh, acaraku sampai akhir minggu depan saja sudah tersusun rapi. Seperti orang Bali yang akan merayakan hari raya nyepi hari Selasa depan. Suasana persiapannya sudah mulai terasa terutama bila melewati tempat-tempat pembuatan ogoh-ogoh (boneka sebagai representasi spirit buruk) yang akan diarak semalam sebelum hari raya nyepi dimulai yaitu hari Senin sore.

Hari ini aku menghabiskan waktu bersama kawanku yang orang Perancis yang tinggal di tepi laut di Tabanan. Dia datang ke Ubud khusus untuk mengunjungi satu museum lukisan privat di Mas yang sudah lama tidak aku kunjungi juga. Aku tidak pernah menghabiskan waktu berdua saja dengan kawanku sehingga seperti kenalan baru kami banyak bercakap-cakap untuk lebih mengenal satu sama lain. Aneh juga mengingat aku sudah mengenalnya sejak lima tahun yang lalu di Jakarta. Tetapi tetap menyenangkan…

Museum lukisannya menyimpan koleksi para maestro Indonesia tempo dulu. Menarik meskipun bukan dari karya super para maestro tersebut. Konon pemilik museumnya juga pelukis namun tidak satu pun lukisannya nampak dipamerkan. Aku jadi bertanya-tanya. Kawanku sangat menikmati lukisan-lukisannya juga lukisan yang dijual di kompleks yang sama. Kompleks museum ini luar biasa besarnya. Bukti nyata dari kejayaan turisme di Indonesia di tahun 1980-an.

Makan siang kami diisi dengan bercakap-cakap lagi. Matahari sangat menyengat dan cukup lembab untuk membuat kami berkeringat meskipun duduk di tempat yang teduh. Ini adalah saat dimana kulitku menghitam tanpa harus berada di bawah matahari. Luar biasa rasanya. Hawa Bali yang tidak tertahankan waktu aku masih sering menjadi turis sepuluh tahun yang lalu. Sekarang, aku menerima matahari ini begitu saja.

Aku tidak berlama-lama bersantai sekembaliku ke rumah di sore hari. Aku membereskan beberapa hal kecil yang masih tertunda. Yang paling mudah adalah membereskan meja kerjaku sehingga aku tahu apa yang perlu aku kerjakan segera. Sampai akhir minggu depan, semuanya sudah aku kerjakan dan persiapkan. Termasuk dalam menyambut satu hari tanpa suara, api, dan lampu hari Selasa!

Siapapun, dimanapun, kapanpun.