Kamis, 11 Maret 2010


Ini adalah bulan dimana hawa di Bali tidak tertahankan panasnya. Bulan Maret sampai dengan Mei bukan bulan favoritku untuk berada di Bali waktu aku masih sering datang sebagai turis. Kadang-kadang rasa itu kembali saat aku menyetir dibawah terik matahari dengan pendingin mobil bekerja keras dan keringat menetes di keningku. Sekarang sudah berbeda, aku menerima hawa ini begitu saja, sama dengan aku menerima warna kulitku yang baru.

Kawan baikku berulang tahun hari ini. Genap 45 tahun. Aku mengundangnya santap siang di rumah makan yang baru aku temukan bersama kawanku yang lain minggu yang lalu. Kami mengenakan pakaian serba putih, kali ini atas arahanku. Aku ingin membuat hari ini istimewa bagi kawan baikku ini. Dia tidak mengira aku membawanya ke rumah makan yang baru dibuka kurang dari tiga minggu ini. Rumah makan gaya milik warga Amerika yang masih muda ini bergaya campuran modern dan tradisional. Nampak kalau interiornya karya seorang profesional.

Hari ini istimewa juga buat aku karena banyak hal yang mengejutkan. Tetanggaku yang orang Amerika menemuiku waktu aku sedang membersihkan mobil di pagi hari. Dalam waktu kurang dari dua-puluh menit dia menceritakan kisah hidupnya di Bali sejak sepuluh tahun yang lalu. Kisah hidupnya bisa dirangkai untuk menjadi kisah opera sabun. Aku terpana membayangkan kisah-kisah cinta warga dunia di belahan dunia sebelah sini. Betapa beragamnya.

Lalu kawan baikku yang berulang tahun seperti biasa berbagi kisah cintanya juga. Dan kisah hidupnya yang tak kalah uniknya. Kami mempunyai banyak kesamaan dan kisah kami berbeda jalan. Aku termangu-mangu sambil terus tergeli-geli mendengar komentar kawanku ini. Rumah makannya cocok untuk duduk berjam-jam karena suasananya yang nyaman. Kawanku suka kopinya, aku suka teh cai-nya yang sudah kucicipi dua kali ini. Rasanya pas!

Waktuku di Ubud hanya pendek sehingga aku berusaha membereskan urusan kecil-kecil sesegera mungkin. Minggu depan praktis hanya beberapa hari saja yang aktif karena kesibukan hari raya nyepi yang dimulai besok dengan melasti atau penyucian diri di pantai. Aku memaksa diriku untuk terus secara aktif menelpon dan melakukan sesuatu sehingga waktu aku bepergian akhir bulan ini aku tidak berhutang pekerjaan. Sobat baikku yang baru kembali dari Swiss empat hari ini sudah mulai merasa kehilangan aku hanya karena aku berbagi jadual perjalananku untuk bulan depan. Aku sedih karena aku bisa merasakan betapa dia bakal kehilangan aku hampir sepanjang bulan sesudah kami tidak bertemu sebulan lamanya. Kita harus sepakat kalau waktu terbang begitu cepat.

Buat aku, tidak ada yang lebih baik daripada mengisi waktu sepadat-padatnya. Aku yakin banyak orang sepakat soal yang satu ini.

Kebun kecil di depan rumah makan yang kami kunjungi hari ini.