Selasa, 09 Maret 2010


Hariku penuh warna karena aku mendorong diriku untuk keluar rumah. Aku memutuskan untuk membeli mesin cuci lagi di Denpasar sesudah seharian kemarin berhitung ketat untung-lebihnya menunggu mesin cuciku yang rusak diperbaiki selama sebulan atau dua karena kelangkaan suku cadang. Karena secara matematis hitungannya masuk, aku membulatkan tekad membeli yang baru hari ini. Aku kurang suka dengan keputusanku tetapi nampaknya aku tidak mempunyai banyak pilihan karena memakai jasa binatu bukan pilihanku sama sekali.

Aku tiba kembali di Ubud sebelum terlalu siang. Aku tidak ingat apa yang sudah aku kerjakan sepanjang siang tetapi… Aku ingat sekarang! Aku menuntaskan urusan karya kalungku yang terakhir. Dan sebelum sore berakhir, Ayuk mengirim pesan singkat mengabarkan penjualan yang baru dia lakukan. Lagi-lagi dia mengingatkan kalau itu gara-gara aku berkunjung ke toko kemarin. Aku tahu kalau enerjiku bisa menaikkan penjualan sejak aku memulai bisnis dua belas tahun yang lalu tetapi entah kenapa aku kurang rajin mengunjungi tokoku sejak tinggal di Ubud.

Namun berita dari Ayuk telah menginspirasiku untuk menengok tokoku lagi tadi sore. Aku putuskan untuk berjalan kaki sekalian berolahraga mengurangi kelebihan ukuran tubuh yang terkumpul selama tiga minggu tidak mengikuti rutinitas pribadi dari sisi makan dan olahraga. Ayuk senang sekali melihat aku datang. Kami berbincang-bincang sebelum kawan baikku yang baru pindah ke Ubud tiba.

Dan santap malam bersama kawanku di warung ikan sederhana kegemaranku berakhir dengan rencana besar untuk musim panas ini. Aku sedang mempertimbangkan untuk mengikuti kursus mengelola museum untuk melatih komitmen jangka pendekku dalam mengikuti pendidikan sebelum memutuskan mengikuti pendidikan yang berjangka lebih panjang. Sesudah kursus itu, kawanku menggelitikku untuk mengikutinya berkeliling Eropa musim panas ini. Aku belum memutuskan tetapi aku… sudah menyusun jadual. Jadilah selesai makan malam aku sudah mempunyai jadual perjalanan untuk April sampai Juli. Aku mengatakan kepada kawanku kalau tahun ini jadi terasa pendek karena rencana-rencana ‘jangka panjang’ yang aku buat setiap bulan.

Aku percaya setiap hari membawa kejutan tersendiri kalau kita mau membuka mata untuk itu. Aku beruntung karena aku membiarkan diriku diberi kejutan setiap saat.

Senja di depan tokoku tadi sore.