Sabtu, 06 Februari 2010

Benar juga yang dia bilang…


Setelah beberapa saat, baru aku melihat kebenaran kata-kata kawanku yang dia tulis di status Facebook-nya tadi pagi. Manusia harus selalu bergerak..gerak fisik, gerak nurani, gerak hati...sesungguhnya dari gerak muncul energy.... Aku memikirkan pernyataannya sambil mencuci baju dan mempersiapkan hidangan pagiku di dapur. Dengan memikirkannya saja, aku telah merasa menggerakkan energiku karena selain fisikku bergerak, otakku juga berputar. Baru semalam aku menyimpulkan kalau sebetulnya kita ini tidak pernah berhenti bergerak dan ‘bergerak.’ Hidup sendiri memberiku banyak waktu untuk berdialog dengan diri sendiri, menyemangati ide apa saja yang muncul di kepala. Dari yang rutin sampai ke yang tidak biasa menurut orang yang hidup dalam garis linear.

Dalam menjalani hidup, aku bukan orang yang berpikir mengikuti garis linear. Bagiku, kreativitas tidak selalu bisa sesuai didalam aturan linear karena menjadi kreatif berarti siap mendapat ide ‘diluar garis’ dan mewujudkannya dengan cara yang sama. Diluar garis. Bagaimana memanfaatkan perwujudan ide ini sehingga tidak lari terlalu jauh dari garis merupakan seni tersendiri. Dan itu yang menyenangkan.

Kawanku tidak habis pikir aku bisa mempunyai ide untuk kembali ke sekolah. Membuang waktuku yang berharga untuk sesuatu yang aku tidak tahu faedahnya sekarang. Sebelum lulus, aku tidak tahu manfaat apa yang aku dapatkan setelah menyelesaikan pendidikan universitas. Sekolah telah membantuku untuk mempunyai kerangka berpikir. Ilmu yang aku dapatkan sama sekali tidak terpakai di pekerjaan yang aku dapatkan kemudian. Waktu aku mengambil gelar Master, aku tidak mempunyai rencana apapun sesudah gelar aku dapatkan. Aku melakukannya untuk mengisi waktu dan pikiran dengan ilmu yang aku sudah tertarik sejak lama. Sekarang? Ilmu itu ada di kepala tetapi aku tidak pernah sedikit pun menyesali waktu yang terbuang di bangku sekolah.

Hidupku sudah lebih jelas arahnya sekarang tetapi aku tetap menganggap kembali ke sekolah tidak pernah sia-sia dan membuang waktu. Aku adalah tipe orang yang bekerja lebih efisien dan ‘tepat’ bila tidak mempunyai waktu. Aku mampu menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik di pagi hari pekerjaan rumah itu dikumpulkan. Thesis gelar Master-ku selesai dalam waktu empat bulan, sesudah dua tahun menunggu untuk dikerjakan, karena ancaman dari universitas. Dengan tambahan pikiran di sekolah, aku berharap aku akan lebih baik dalam menangani bisnisku. Aku mempunyai terlalu banyak waktu sekarang. Aku tidak cukup bergerak, dalam bahasa kawanku.

Seperti yang sering (kalau tidak selalu) terjadi sebelum aku bepergian, aku mendapat ide besar untuk bisnisku. Kali ini merangkai kalung telah menggelitikku. Aku kembali ke semangat merangkai kalung sesudah kawan baikku meminta aku memanjangkan kalung yang dia beli di tokoku. Aku langsung bersemangat menghubungi kawan yang lain yang perlu reparasi kalung dan akhirnya sepanjang hari ini aku hanya berkutat dengan kalung-kalung karya lama dan baru. Aku mengirim hampir 30 kalung ke kawanku sejak kecil yang tinggal di Denpasar sebelum sore hari. Aku puas dengan prestasiku hari ini. Mudah-mudahan usahaku ini membuahkan hasil. Aku selalu senang dengan tantangan di menit terakhir sebelum bepergian.

Aku bisa mengatakan sekarang kalau aku telah menggerakkan energiku dengan melakukan sesuatu. Aku masih mempunyai daftar hal-hal yang harus aku kerjakan dua hari ini tetapi karena energiku sudah bergerak, aku tahu aku akan terus bergerak.

Jadi bagaimana dengan ide kembali ke sekolah itu? Aku akan terus gerakkan energinya…

Kalung karya mutakhirku, maksudku, hari ini.