Minggu, 14 Februari 2010

Disebut apa kalau begitu hari ini?


Aku berpikir sambil senyum-senyum sendiri. Hari ini ada dua hal yang diperingati kebanyakan orang di Asia: Hari Kasih Sayang dan Tahun Baru menurut perhitungan sistim bulan warga Cina. Peringatan pertama tanggalnya tetap setiap tahun dan peringatan yang kedua tergantung perhitungan bulan sehingga keduanya tidak selalu jatuh bertepatan hari. Jadilah hari ini aku sebut saja Vimlek!

Di Manila, Hari Kasih Sayang dirayakan dengan seksama. Bunga terutama mawar dijual dimana-mana, termasuk di rumah makan yang di hari lain tidak menjual bunga terdapat satu konter khusus menjual hadiah kecil khas Hari Kasih Sayang seperti bunga, coklat, dan beruang Tedi. Beberapa pasangan muda sudah nampak mengempit rangkaian bunga. Dan mawar yang dikemas manis per tangkai juga dijual di lampu merah seperti botol air minum. Menyenangkan sekali merasakan cinta ada dimana-mana. Konon orang Filipina paling jago dalam hal mengekspresikan rasa cinta. Disini bunga, lagi-lagi terutama mawar, dijual di banyak tempat seperti toko kelontong 24-jam sepanjang tahun.

Bagaimana dengan perayaan tahun baru Cina? Aku melihat sekelompok orang berwajah khas Filipina, bukan Cina, menarikan tari barong lengkap dengan tabuhannya di Pasar Hari Sabtu kemarin. Mereka memainkan barong ini di salah satu jalan yang tidak terlalu lebar di dekat pasar tersebut. Aku menghargai semangat mereka untuk berpartisipasi merayakan Tahun Baru Cina meskipun dengan penonton yang sedikit. Semangat ini patut dihargai karena masyarakat yang merayakan hari besar ini populasinya kecil, di daerah hunian ini paling tidak.

Kemarin kawanku bertanya apakah aku merayakan Hari Kasih Sayang. Aku perlu waktu cukup panjang untuk merespon pertanyaan itu. Memoriku berputar balik ke masa mudaku. Apakah aku merayakan Hari Kasih Sayang bersama kekasihku di masa itu? Aku ingat bertukar kartu dengannya dan kawan-kawan dekatku (yang aku hampir yakin perempuan semua). Waktu itu tidak ada media surat elektronik, pesan singkat, apalagi Facebook sebagai wadah berkomunikasi yang mudah dan cepat. Tapi seninya tinggi, menurutku. Aku menaruh perhatian penuh pada kesempatan-kesempatan istimewa sepanjang tahun karena untuk mengirimkan kartu ulang tahun, dimana di masa itu tidak banyak kartu siap-kirim dijual, aku harus mempersiapkannya paling tidak sebulan sebelumnya. Seminggu untuk mencari ide, seminggu untuk berkarya, dan dua minggu untuk kartu sampai di tujuan melalui kantor pos. Sekarang? Aku bisa tersilap ulang tahun orang dekatku meskipun aku telah melihat tanggalnya kuberi tanda di kalendar elektronikku. Aku pikir aku mempunyai banyak waktu untuk mengirimkan perhatianku, aku terlambat.

Jadi aku merayakan Hari Kasih Sayang atau tidak? Aku merayakan kalau orang dekatku mengundangku untuk merayakan, yang untungnya tidak datang setiap tahun. Aku jarang atau hampir tidak pernah menyelenggarakan perayaan khusus untuk hari ini. Kalau pun aku berdandan sesuai tema atau menyelenggarakan kumpul-kumpul, itu lebih karena pertimbangan untuk menyenangkan teman dan diri sendiri juga pada akhirnya. Tetapi bukan sebagai intensi awal. Sekarang aku memperlakukan hari ulang tahunku sendiri dengan cara yang sama. Aku menghargai kawan-kawan yang menyelenggarakan perayaan bagiku, tetapi (mungkin) aku tidak akan memasukkan lagi sebagai hari istimewa di kalenderku. Setiap hari adalah istimewa. Bagiku.

Akhirnya, aku menghadiri makan malam untuk memperingati Hari Kasih Sayang bersama dua keluarga yang aku kenal di Manila. Mereka datang dengan anak-anaknya. Rumah makan tempat kami bertemu terisi semua mejanya. Suasananya juga terasa berbeda karena mereka membuat tempat ini istimewa dengan bunga-bunga mawar berserakan di lantai dan potongan kertas berbentuk hati diatas meja bertaplak hitam. Di langit-langit ruangan yang temaram itu menggantung lampu minyak dengan aneka warna gelas. Ada grup musik yang memainkan lagu cinta juga.

Hampir tiga jam kami duduk bersama bertukar cerita. Para remaja seru bertukar cerita mengenai kegemaran mereka akhir-akhir ini, yang kecil sibuk membuat permainan untuk menakuti kita yang dewasa. Kebanyakan meja malam ini ditempati oleh sekelompok orang, bukan pasangan, sehingga rumah makan terasa hangat seperti acara keluarga di hari Minggu malam. Kawanku yang sudah tinggal di Manila puluhan tahun mengatakan kalau malam sebelum Hari Kasih Sayang adalah malam untuk kekasih. Aku memang memperhatikan kalau menu spesial Hari Kasih Sayang dihidangkan dua malam tetapi aku baru tahu alasannya. Anehnya, rumah makan yang tidak buka di hari Minggu, tetap tutup di malam yang istimewa ini. Padahal kalau mereka membuka usahanya, pasti akan sama ramainya dengan rumah makan yang kami kunjungi.


Gong xi fat cai…

Barong yang dimainkan di dekat Pasar Hari Sabtu.