
Perhitunganku tepat. Aku hanya perlu menunggu setengah jam sebelum dilayani di bank tempat aku mengurus rekening lainku yang dibekukan. Kalau tahu ini bakal terjadi lagi, aku mengurusnya sekalian dengan dua rekening lain yang dibekukan minggu yang lalu. Ya, aku datang pagi-pagi ke bank dengan harapan antrean masih pendek. Namun ternyata aku harus menunggu 24 orang sebelum mendapat pelayanan. Aku berhitung cepat, 24 orang dikalikan 10 menit dibagi 2 petugas = 2 jam! Aku berbalik keluar bank dengan membawa nomor antrean. Aku mempunyai cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan rumahku hari ini.
Pasar Ubud masih sepi karena belum banyak toko yang buka. Kebanyakan pedagang masih bersiap-siap untuk membuka bisnisnya menjelang pukul 9:30. Aku tidak mengira, aku selalu berpikir bisnis di pasar dimulai lebih awal. Kebanyakan toko di Ubud, seperti juga kedua tokoku, dibuka mulai pukul 9:00. Ibu penjual baju dan kain langgananku masih tutup tokonya waktu aku sampai di lantai dua pasar. Aku perlu membeli beberapa oleh-oleh khas Bali untuk gadis-gadis penjaga rumahku di Jakarta. Mereka selalu senang menerimanya. Bagi kebanyakan orang, kaos dari Bali bisa menjadi penentu mode di Jakarta. Namun kali ini aku membelikan mereka tas belacu bergaya anak muda, sekalian untuk mempromosikan penggunaan tas pakai ulang.
Aku masih sempat ke toko buku untuk membeli buku oleh-oleh sekalian ke pasar swalayan di sebelahnya. Dan sebelum kembali ke bank, aku menyempatkan menengok salah satu tokoku untuk mengambil foto lebih banyak sebagai bahan tulisan di Facebook tokoku. Aku menikmati tatanan baru tokoku ini, aku yakin pegawaiku juga. Dia nampak semangat membersihkan toko waktu aku datang. Aku baru ingat kalau aku datang jauh lebih awal dari waktu biasanya aku datang.
Sebelum tiga jam berlalu, semua urusanku sudah selesai. Aku kembali mengatur barang-barang yang hendak aku bawa besok. Lagi-lagi aku berkutat dengan timbangan koper. Baju ternyata luar biasa sensitifnya dalam menambah atau mengurangi berat koper. Aku tidak mempunyai keleluasaan membawa lebih dari satu celana jins padahal aku suka memakainya bila bepergian. Satu-satunya jalan adalah memakainya tetapi… Mengepak barang sebelum melakukan perjalanan merupakan tantangan sendiri buat aku. Aku teringat kawanku yang bercerita kalau kawannya yang tidak pernah bepergian keluar dari Amerika harus meninggalkan 75 kilogram kelebihan berat waktu kembali dari mengunjunginya di Bangkok.
Aku tidak bisa membayangkan karena aku hanya berkutat meringankan berat dalam kisaran 25 kilogram-an menjadi 15 kilogram saja… Dalam skala yang berbeda, secara persentase, itu sama sulitnya!
Ruang menerima tamuku dengan wajah baru di salah satu tokoku.