
Keinginan sederhanaku yang muncul sesudah sibuk diluar rumah beberapa hari terakhir. Kemarin aku dan kawan baikku menghadiri pertemuan kami yang pertama di suatu organisasi perempuan internasional di Bali. Sudah lama kami ingin menghadirinya karena kami ingin menggali lebih dalam kegiatan organisasi yang populer diantara perempuan pendatang dan lokal ini. Kegiatan ini merupakan salah satu penjajakan kami terhadap organisasi-organisasi yang ada di Bali.
Ada beberapa meja yang menjual aneka produk sebelum memasuki ruang makan di sebuah hotel berbintang lima di Sanur. Ibu-ibu ini berkerumun di sekitar meja-meja itu mengamati pakaian dan perhiasan yang digelar. Di keramaian ini kami bertemu wajah-wajah lama dan baru. Santap siang yang dimulai agak lambat didahului dengan mendengarkan penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh organisasi ini sepanjang tahun. Kegiatan sosialnya cukup banyak tetapi entah kenapa kami mempunyai kesan organisasi perempuan ini seperti perkumpulan ibu-ibu yang bersenang-senang. Mungkin kami salah tetapi untuk saat ini kami belum berminat bergabung menjadi anggotanya.
Kami kembali ke Ubud waktu matahari sudah mulai turun. Kami sudah meleleh karena panasnya udara di Sanur yang berbeda 3-4 derajat lebih daripada di Ubud. Tetapi kami puas karena kami bisa mencoret satu lagi organisasi dari daftar penjajakan kegiatan baru untuk tahun ini. Aku beristirahat beberapa saat sebelum keluar rumah lagi untuk menemui Bude Eyang yang sudah rindu dan ingin bertemu dengan aku. Beliau yang tinggal di Yogya ini sedang berada di Bali beberapa hari untuk melukis dan kemarin adalah hari terakhir beliau di Ubud sehingga aku meluangkan waktu untuk bertemu.
Untuk pertama kalinya kami bercakap-cakap berdua saja. Biasanya kami dikelilingi putra-putri beliau bila bertemu di acara keluarga. Singkat cerita, beliau langsung menceritakan dengan antusias kegiatan barunya yaitu memperluas ruang pamer di kediamannya di Yogya untuk dijadikan ruang pamer karya-karya perupa perempuan Indonesia dan Asia. Kelak, sebagian dari ruang ini akan dijadikan museum karya beliau yang sudah mulai dipilah sejak sekarang. Beliau baru menginjak usia 75 tahun bulan Nopember yang lalu. Beliau nampak sehat meskipun agak sulit berjalan.
Kami berbicara mengenai berbagai hal mulai urusan manajemen museum, masalah hukum, impian beliau, sampai gosip keluarga dan isu rumah tangga yang sekarang tinggal cerita untuk kami pakai sebagai butir pelajaran hidup mendatang. Kami banyak tertawa bak dua gadis kecil bertemu meski usia kami terpaut 31 tahun. Tidak terasa dua jam sudah berlalu. Aku segera mohon diri karena Bude berencana berangkat ke Kusamba dan Karangasem untuk melukis pagi-pagi sekali keesokan harinya, yaitu pagi ini. Aku senang beliau masih mengingatku dan kami berkesempatan berbincang panjang. Aku berjanji mengunjungi beliau segera di kediamannya di Yogya. Aku perlu membina kembali hubungan dengan keluarga dari sisi Papa. Banyak hal yang bisa membuat hidupku berwarna sebagai bagian dari keluarga bernama besar kalau aku bersedia membuka diri untuk itu.
Hari ini terasa istimewa karena hari istimewaku ini kuperlakukan tidak istimewa. Aku tetap melakukan pekerjaan rumah tangga rutinku di pagi hari lalu mengikuti kelas yoga sebagai pengganti kelas hari Kamis yang tidak aku hadiri. Kawanku agak enggan bergabung tetapi aku berhasil meyakinkannya kalau tubuh kita memerlukan olahraga ini. Dia pun datang! Dan seperti yang sudah bisa ditebak, acara sesudah yoga adalah acara perempuan total!
Aku ditraktir makan siang di rumah makan bermenu sehat karena organik, lalu kami berbelanja perhiasan di toko seorang desainer perhiasan merangkap perangkai bunga berkebangsaan Amerika yang namanya kondang di Ubud, dan berbelanja keramik karya seniman dari Bandung. Semua tempat adalah tempat yang gemar kami kunjungi di Ubud. Matahari sudah turun waktu kami berpisah. Kami sudah mendambakan mandi di pancuran air dingin. Ubud sedang lembab beberapa hari ini. Badan terasa lengket sekali.
Aku puas dengan cara aku menghabiskan hari ini. Sesudah mandi, aku merespon puluhan ucapan selamat ulang tahun yang aku terima melalui pesan singkat, Facebook, dan surat elektronik. Aku menikmati kesendirian di malam bulan purnama ini.
Kartu-elektronik ucapan terimakasihku yang merekam hadiah yang aku terima dan binatang yang aku temui di studio yoga tadi pagi.