
Aku sedang membuat jus buah waktu aku menyadari kalau aku tidak mempunyai perasaan terhadap apapun. Neru adalah ‘tanpa ego.’ Ada waktu dimana aku bisa merasa damai dan tenteram seperti ini, dimana semua hal tidak menjadi masalah besar bagiku. Atau, kalau pun satu hal menjadi masalah, itu bisa mengkerut yang bisa aku abaikan efeknya. Aku senang kalau sedang merasa seperti ini. Biasanya perasaan ini muncul sesudah ‘peristiwa’ besar! Kebetulan kali ini tidak ada tetapi… aku memang baru menemukan rumus baru untuk menenteramkan diri bila merasa ada yang tidak terpenuhi.
Konon kita akan terlahir kembali bila ada satu urusan (atau keinginan) yang belum selesai (atau terpenuhi) di kehidupan sekarang. Aku baru teringat rumus ini beberapa hari yang lalu yang kemudian aku pakai untuk mengerem egoku untuk menyelesaikan satu urusan (atau memenuhi satu keinginan). Kalau tidak sekarang, aku masih punya harapan untuk menyelesaikan urusan (atau mendapatkan yang aku inginkan) di kehidupanku mendatang. Jadi tidak perlu kuatir karena selalu ada waktu untuk semua!
Kawanku senang mendapat ide untuk mengadopsi rumus itu. Dia bilang akan mulai memproyeksikan itu ke kehidupannya sejak sekarang sehingga dia tidak perlu pusing berurusan dengan masalah atau keinginan yang mungkin muskil diselesaikan atau didapatkan di kehidupan ini. Aku senang dia bisa melihat konsep baruku memandang hidup. Kita lihat berapa lama konsep ini bisa aku pegang sebelum konsep lain yang membatalkan muncul. Hm.
Kemarin pagi waktu aku terbangun di hari ulang tahunku, yang aku ingat pertama kali adalah Mama, ibu yang sudah melahirkan aku. Aku merasa perayaan ulang tahunku lebih sebagai perayaan bagi Mama, bukan perayaan hari lahirku, karena Mama yang melampaui semuanya sebelum melahirkan aku ke dunia. Jadi perayaan ulang tahun adalah perayaan persembahan untuk semua Ibu yang melahirkan kita. Menurutku. Jadi aku hanya tersenyum-senyum saja waktu dua kawan baikku menyanyikan lagu ulang tahun untukku melalui telpon kemarin. Aku menghargai perhatian mereka yang telah menyumbangkan suaranya untuk menyelamatiku. Aku memikirkan Mama. Konsep ulang tahun sudah berubah di pandanganku.
Aku menikmati waktuku di rumah hari ini. Aku pikir ada satu elemen yang paling penting yang membuatku betah di rumah… listrik! Dengan listrik; aku bisa mengolah makanan, berkarya dan berhubungan dengan kawan-kawan menggunakan komputer, membaca bila gelap, dan tentunya mendengarkan atau ‘melihat’ musik.
Aku sedang senang.
Mama dan aku waktu masih muda.